Amin Rais dalam diskusi publik “Buka-bukaan Impor Minyak Pertamina” di Hotel Nikko, Jakarta hari ini, Kamis (17/7/2008). Mengatakan; Indonesia terkenal dengan sumber daya alam yang melimpah ruah. Tapi jika tidak pandai mengelolanya, bisa-bisa Indonesia terkena 3 kutukan. Demikian detik.com dengan rilis: Indonesia Bisa Kena 3 Kutukan.
Mendengar 3 kutukan jadi teringat akan sejarah Nabi Yunus A.S yang telah pernah mengalami 3 kutukan ini, yakni kutukan dalam 3 KEGELAPAN:
Kegelapan Lautan : Terombang-ambing
Kegelapan Malam : Gelap gulita tak tau arah
Kegelapan Perut ikan : Terperangkap
Apa sih sebenarnya Kesalahan Nabi Yunus sehingga mendapat 3 Kutukan itu?
Alkisah: Beliau (Sang Nabi Yunus) meninggalkan ummatnya yang ngebandel..
Kisah Nabi Yunus ‘alaihissalam
Nabi Yunus ‘alaihissalam termasuk nabi dari keturunan Bani Israil. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutusnya kepada penduduk negeri Ninawa di Mosul (Irak). Beliau menyeru kaumnya untuk kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, namun mereka menolaknya. Nabi Yunus ‘alaihissalam tidak berputus asa, selalu berusaha dan berusaha mendakwahi mereka, namun mereka tetap menolak. Kemudian Nabi Yunus ‘alaihissalam mengancam dengan azab dan pergi meninggalkan mereka, tidak sabar sebagaimana mestinya. Beliau ‘alaihissalam pergi dalam keadaan marah.
Sementara itu, sepeninggal Nabi Yunus ‘alaihissalam, Allah mengilhamkan kepada kaum tersebut untuk bertaubat dan kembali kepada-Nya. Itu terjadi setelah mereka menyaksikan sebagian dari pendahuluan azab yang diancamkan kepada mereka. Allah pun menyelamatkan mereka dari azab tersebut. Secara lahiriah, Nabi Yunus ‘alaihissalam mengetahui mereka telah selamat dari azab itu, namun beliau tetap tidak mau kembali. Oleh karena itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا
“Ketika dia pergi dalam keadaan marah.” (Al-Anbiya: 87)
Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ
“ketika dia lari ke kapal yang penuh muatan.” (Ash-Shaffat: 140)
Nabi Yunus ‘alaihissalam naik ke kapal yang sudah penuh dengan penumpang dan barang. Sampai di tengah lautan, kapal tersebut mulai memperlihatkan tanda-tanda akan tenggelam. Saat itu hanya ada dua pilihan, mereka tetap bersama-sama di atas kapal tapi tenggelam semua, atau satu per satu dilemparkan ke laut sekedar meringankan muatan kapal dan menyelamatkan yang lain. Akhirnya diputuskan untuk memilih yang kedua. Mulailah diundi siapa yang akan dilemparkan ke laut. Termasuk dalam undian itu adalah Nabi Yunus ‘alaihissalam. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan:
فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِيْنَ
“Lalu dia termasuk orang-orang yang kalah.” (Ash-Shaffat: 141)
Yakni, Nabi Yunus ‘alaihissalam kalah dalam undian tersebut. Merekapun melemparnya ke laut dan kemudian ditelan bulat-bulat oleh seekor ikan dari dalam laut. Di dalam kegelapan perut ikan itu, beliau berdoa:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ
“Tidak ada Ilah melainkan Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang dzalim.” (Al-Anbiya: 87)
Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan ikan tersebut melemparkannya ke tanah yang tandus. Nabi Yunus ‘alaihissalam keluar dari perut ikan seperti anak burung yang keluar dari sebutir telur, betul-betul dalam keadaan sangat lemah. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengasihani beliau dengan menumbuhkan untuknya sebuah pohon dari jenis labu, dan menaunginya hingga menjadi kuat.
Setelah itu Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi perintah kepadanya untuk kembali ke tengah-tengah kaumnya, supaya mengajari dan mendakwahi mereka. Dan sekarang penduduk negeri yang berjumlah lebih 100.000 orang itu menyambut seruan beliau. Mereka beriman kepadanya dan mendapat kesenangan sampai waktu yang telah ditentukan.
Ayat-ayat lainya monggo.., dicari sendiri….
Pada konteks di Republik ini, kepada siapa layaknya kita simbolkan pesonifikasi Nabi Yunus ini? Apaka dia:
- Presiden..??
- Pemimpin-Pemimpin Agama..??
- Orang-orang Kaya (yang diberkan kesempatan oleh TUHAN mengelola Materil Berkelimpahan)..??
- Cerdik Pandai (Intelektual) ?
Nah sekarang Pertanyaan nya, sudah kah mereka meninggalkan ratusan Juta masyarakat kita yang masih : Bodoh, Miskin dan Papa?
Jika jawabnya BELUM: Kita Belum masuk Pada 3 Kutukan
Jika Jawabya SUDAH, maka kita :
- Terombang ambing : dalam arus Geo Ekonomi-Politik Global
- Gelap Gulita tak tau Arah: dalam menentukan masa depan kita bersama sebagai Bangsa
- Terperangkap : dalam Kesusahan
Maka yang lebih PARAH dari yang disebut oleh pak Amin Rais sebenarnya TENGAH TERJADI
(Hahahaha… kok Pak Ustazt baru sadar…??? )
atau ..Silakan Anda sendiri saja yang MENILAI atau RENUNGKAN.
.
.
Salam